Makan sambil menonton televisi, bekerja, atau bermain ponsel dapat membuat perhatian terbagi. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.
Mindful eating mendorong seseorang untuk mengurangi gangguan selama makan dan memberikan perhatian lebih besar terhadap makanan yang ada di hadapannya. Dengan begitu, proses makan menjadi lebih terkontrol dan tidak sekadar dilakukan secara otomatis.
3. Membantu mengatur perilaku makan
Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis mindfulness dapat membantu memperbaiki sejumlah perilaku makan yang berkaitan dengan makan berlebihan.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam Obesity Reviews pada 2025 menganalisis berbagai penelitian mengenai intervensi mindfulness dan menemukan adanya pengaruh terhadap sejumlah perilaku makan yang berkaitan dengan risiko obesitas. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efeknya dapat berbeda tergantung jenis intervensi dan karakteristik peserta.
4. Dapat membantu meningkatkan kualitas pola makan
Mindful eating dapat membuat seseorang lebih memperhatikan pilihan makanan dan pengalaman setelah mengonsumsinya. Kesadaran tersebut berpotensi membantu seseorang memilih makanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Tinjauan yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Pangan pada 2025 terhadap 22 penelitian menemukan bahwa mindful eating berkaitan dengan konsumsi camilan yang lebih rendah serta hubungan yang lebih baik dengan konsumsi buah dan sayuran pada beberapa pengukuran.
Penelitian tersebut juga menemukan penurunan indeks massa tubuh pada kelompok intervensi, meski hasil penelitian mindful eating secara keseluruhan masih beragam.