Ketika hal ini terjadi, maka stop melakukan spam, hapus konten yang dilaporkan, beri jeda antarpostingan, dan tunggu beberapa hari untuk memulihkannya.

Penelitian dari University at Buffalo mengonfirmasi adanya tindakan ini di berbagai platform medsos utama. Sebagai contoh, Instagram yang secara terbuka menyatakan bahwa mereka mengurangi jangkauan unggahan yang terlalu banyak menggunakan tagar atau terlibat dalam perilaku spam.

Selain itu, algoritma TikTok juga secara rutin membatasi distribusi konten yang ditandai sebagai berpotensi melanggar pedoman komunitasnya. Facebook mengurangi visibilitas dari apa yang diklasifikasikan sebagai "konten bermasalah," termasuk topik politik dan sosial tertentu.

Meski kondisi ini jarang disadari pengguna dan penyebabnya tidak pasti karena dilakukan tanpa pemberitahuan, pengguna dapat mengikuti tips berikut agar konten-konten yang diunggah meraih jangkauan yang normal kembali.