NADIKABAR.COM — Kafein sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Secangkir kopi pada pagi hari, teh saat bekerja, atau minuman energi ketika tubuh mulai terasa lelah sering dianggap sebagai cara praktis untuk menjaga fokus dan tetap terjaga.

Namun, konsumsi kafein yang terlalu banyak justru bisa membuat tubuh memberikan sejumlah "sinyal". Mulai dari jantung berdebar, tangan gemetar, sulit tidur, hingga rasa cemas yang meningkat.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi ketika tubuh kebanyakan kafein?

Kafein merupakan zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat. Salah satu efeknya adalah membantu seseorang merasa lebih waspada dan tidak mudah mengantuk.

Dalam jumlah yang sesuai, efek tersebut umumnya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada kebanyakan orang dewasa.

Namun, batas tersebut bukan berarti setiap orang akan memiliki respons yang sama. Sensitivitas terhadap kafein dapat berbeda-beda, termasuk karena berat badan, kondisi kesehatan, obat-obatan tertentu, serta seberapa cepat tubuh memproses kafein.

Salah satu tanda yang cukup mudah dikenali ketika tubuh mendapat terlalu banyak kafein adalah meningkatnya denyut jantung atau munculnya sensasi jantung berdebar.

FDA mencatat konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan palpitasi. Pada sebagian orang, sensasi ini bisa terasa cukup mengganggu, terutama jika mereka memang sensitif terhadap kafein.

Bukan cuma kopi yang perlu diperhitungkan. Kafein juga dapat berasal dari teh, minuman energi, cokelat, suplemen, hingga beberapa produk obat bebas. Karena itu, jumlah kafein sebaiknya dihitung dari seluruh sumber yang dikonsumsi dalam sehari.