Kafein dalam jumlah berlebihan juga dapat mengganggu sistem pencernaan.
FDA memasukkan sakit perut dan mual sebagai beberapa tanda ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak kafein. Pada orang tertentu, minuman berkafein juga dapat terasa kurang bersahabat bagi lambung, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.
Karena itu, rasa tidak nyaman pada perut setelah beberapa gelas kopi bukan sesuatu yang harus selalu dianggap sepele. Bisa saja tubuh sedang memberi tanda bahwa asupan kafein perlu dikurangi.
Untuk kebanyakan orang dewasa sehat, FDA dan EFSA sama-sama menggunakan angka sekitar 400 miligram kafein per hari sebagai batas yang umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan.
Tetapi angka tersebut bukan target konsumsi harian. Kebutuhan dan toleransi setiap orang berbeda.
Sebagai gambaran, kandungan kafein dalam kopi dapat bervariasi cukup lebar. FDA mencatat kopi seduh 12 ons atau sekitar 355 mililiter dapat mengandung sekitar 113 hingga 247 miligram kafein. Artinya, beberapa cangkir kopi dalam sehari bisa membuat asupan kafein meningkat cukup cepat.
EFSA juga menyebut dosis tunggal hingga 200 miligram umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan pada orang dewasa sehat. Namun, dosis tersebut tetap dapat memberikan efek berbeda pada setiap individu.
Untuk ibu hamil, batas yang digunakan berbeda. EFSA menyebut konsumsi hingga 200 miligram kafein per hari dari seluruh sumber tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi janin berdasarkan data yang tersedia.