NADIKABAR.COM — Dunia video game memiliki banyak jenis permainan dengan mekanisme dan tujuan yang berbeda-beda. Ada gim yang mengandalkan kecepatan menembak, petualangan dengan cerita panjang, kerja sama tim, hingga permainan bertahan hidup melawan puluhan pemain lainnya.

Bagi para gamers, istilah seperti FPS, RPG, MOBA, dan Battle Royale tentu sudah tidak asing lagi. Keempatnya merupakan genre gim populer yang memiliki karakteristik tersendiri dan menawarkan pengalaman bermain berbeda.

Namun, bagi pemain pemula, istilah tersebut terkadang masih membingungkan. Lantas, apa perbedaan FPS, RPG, MOBA, dan Battle Royale dalam dunia gim?

FPS merupakan singkatan dari First-Person Shooter, yaitu genre permainan tembak-menembak yang menggunakan sudut pandang orang pertama.

Dalam genre ini, pemain melihat dunia permainan seolah-olah melalui mata karakter yang dikendalikan. Biasanya, bagian tubuh yang terlihat hanya tangan dan senjata karakter.

Fokus utama permainan FPS adalah kemampuan membidik, kecepatan reaksi, ketepatan menembak, serta strategi menghadapi lawan.

Beberapa contoh gim yang masuk kategori ini adalah Counter-Strike 2, Valorant, Call of Duty, dan DOOM.

Menariknya, istilah FPS juga sering digunakan untuk menyebut Frames Per Second, yaitu jumlah gambar yang ditampilkan layar setiap detik. Karena itu, maknanya perlu disesuaikan dengan konteks pembicaraan.

RPG atau Role-Playing Game merupakan genre permainan yang memungkinkan pemain mengambil peran sebagai karakter tertentu dan menjalani petualangan di dalam dunia virtual.

Berbeda dengan FPS yang lebih menonjolkan kemampuan menembak, RPG biasanya berfokus pada cerita, eksplorasi, pengembangan karakter, dan pengambilan keputusan.

Pemain dapat meningkatkan kemampuan karakter, mengumpulkan perlengkapan, mempelajari keterampilan baru, hingga menyelesaikan berbagai misi.

Dalam beberapa permainan, keputusan pemain juga dapat memengaruhi jalan cerita dan hubungan dengan karakter lain.

Contoh game RPG yang populer antara lain The Witcher 3: Wild Hunt, Final Fantasy, The Elder Scrolls V: Skyrim, dan Baldur's Gate 3.

3. MOBA (Multiplayer Online Battle Arena)

MOBA merupakan singkatan dari Multiplayer Online Battle Arena, yaitu genre permainan strategi yang mempertemukan dua tim dalam sebuah arena pertempuran.

Setiap pemain mengendalikan satu karakter yang biasanya disebut hero atau champion. Masing-masing karakter memiliki kemampuan, kelebihan, dan peran berbeda.

Tujuan utama permainan MOBA umumnya adalah menghancurkan markas utama lawan sambil mempertahankan markas sendiri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemain harus bekerja sama, mengatur strategi, mengumpulkan sumber daya, serta menentukan waktu yang tepat untuk menyerang atau bertahan.

Beberapa contoh game MOBA yang dikenal luas adalah Mobile Legends: Bang Bang, Dota 2, dan League of Legends.

Genre ini cukup mengandalkan komunikasi dan kerja sama tim karena kemampuan individu saja tidak selalu cukup untuk memenangkan pertandingan.

Battle Royale merupakan genre permainan yang mempertemukan banyak pemain dalam satu arena dengan tujuan menjadi pemain atau tim terakhir yang bertahan hidup.

Pada awal permainan, pemain biasanya ditempatkan di sebuah peta besar dan harus mencari senjata, perlengkapan, serta sumber daya untuk menghadapi lawan.

Salah satu ciri khasnya adalah area permainan atau zona aman yang semakin menyempit seiring berjalannya pertandingan. Pemain yang berada di luar zona tersebut akan menerima kerusakan sehingga harus terus berpindah lokasi.

Berbeda dengan MOBA yang berfokus pada penghancuran markas lawan, Battle Royale lebih menekankan kemampuan bertahan hidup, membaca situasi, dan menentukan strategi.

Contoh gim dalam genre ini antara lain PUBG: Battlegrounds, Garena Free Fire, Fortnite, dan Apex Legends.

Apa perbedaan utama keempat genre tersebut?

Secara sederhana, FPS mengandalkan kemampuan menembak dan ketepatan membidik, RPG berfokus pada pengembangan karakter serta petualangan, MOBA menekankan strategi dan kerja sama tim, sedangkan Battle Royale mengutamakan kemampuan bertahan hidup hingga menjadi yang terakhir.

Meski memiliki karakteristik berbeda, sebuah gim juga bisa menggabungkan beberapa genre sekaligus. Misalnya, Battle Royale dapat menggunakan mekanisme FPS atau sudut pandang orang ketiga.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pemain pemula bisa lebih mudah menentukan jenis permainan yang sesuai dengan minat dan gaya bermain masing-masing.