Sektor penerbangan menjadi salah satu bidang yang cukup sulit untuk sepenuhnya meninggalkan minyak. Pesawat saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar berbasis minyak.
IEA mencatat penerbangan termasuk salah satu sektor yang berperan dalam permintaan minyak dunia. Dalam berbagai proyeksinya, kebutuhan minyak untuk penerbangan masih menjadi salah satu bagian dari permintaan energi yang sulit digantikan dalam waktu singkat.
Karena itu, jika minyak semakin terbatas, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan teknologi alternatif akan menjadi semakin penting.
4. Plastik dan produk sehari-hari juga terdampak
Banyak orang mengira minyak bumi hanya berkaitan dengan bahan bakar kendaraan. Padahal, minyak juga menjadi bahan baku industri petrokimia.
Produk petrokimia digunakan dalam pembuatan plastik, kemasan, tekstil sintetis, ban, deterjen, hingga berbagai komponen produk elektronik. IEA menyebut bahan baku petrokimia menyumbang sekitar 12 persen permintaan minyak global dan penggunaannya berkaitan dengan produksi plastik, pupuk serta berbagai produk lainnya.
Artinya, jika minyak benar-benar tidak tersedia, industri harus mencari bahan baku alternatif. Beberapa produk dapat dibuat menggunakan sumber lain, tetapi prosesnya membutuhkan perubahan teknologi dan rantai produksi.
5. Industri dan distribusi barang ikut berubah
Minyak juga berperan dalam rantai pasok global. Truk, kapal dan berbagai mesin industri selama ini menggunakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar.
Jika pasokannya hilang, perusahaan harus mengganti kendaraan, mesin dan sistem logistik dengan teknologi yang menggunakan sumber energi lain.
Dampaknya bisa merembet ke harga barang. Ketika biaya produksi dan distribusi meningkat, harga produk yang sampai ke konsumen juga berpotensi ikut naik.