6. Dunia akan semakin bergantung pada energi alternatif

Habisnya minyak bukan berarti manusia kehabisan energi. Matahari, angin, air, panas bumi, nuklir dan berbagai sumber energi lainnya tetap dapat digunakan.

Namun, tantangannya adalah menggantikan fungsi minyak secara menyeluruh. Tidak semua kebutuhan energi dapat digantikan dengan teknologi yang sama.

IEA menilai transformasi sistem energi dapat dilakukan tanpa ketergantungan pada industri minyak dan gas, tetapi proses tersebut menjadi lebih sulit dan mahal jika tidak disiapkan dengan baik.

Karena itu, pengembangan energi alternatif, teknologi penyimpanan energi, kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif menjadi bagian penting dari proses transisi energi.

Apakah dunia akan benar-benar menunggu sampai minyak habis?

Kemungkinan besar perubahan besar justru terjadi sebelum seluruh minyak bumi di dalam tanah benar-benar habis.

Data IEA menunjukkan pertumbuhan permintaan minyak dunia sudah mengalami perlambatan. Pada 2025, permintaan minyak meningkat sekitar 0,65 juta barel per hari atau 0,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan pada 2010-2019.

Dalam proyeksi Oil 2025, IEA memperkirakan permintaan minyak global mencapai sekitar 105,5 juta barel per hari pada akhir dekade ini dan kemudian memasuki fase mendatar, berdasarkan kebijakan dan tren pasar yang berlaku saat laporan tersebut dibuat.

Ini menunjukkan bahwa masa depan minyak tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak cadangan yang tersisa. Perubahan teknologi, kendaraan listrik, kebijakan energi, kondisi ekonomi dan perkembangan sumber energi alternatif juga akan menentukan seberapa lama minyak tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.