NADIKABAR.COM — Terkadang seseorang memilih untuk menyembunyikan perasaannya di momen tertentu. Seperti ketika ingin menjalani hari tanpa terganggu emosi, menganggap bahwa perasaan tersebut tidak penting, ingin menghadapinya di waktu lain, atau menahan emosi demi orang lain.
Verywell Mind menjelaskan bahwa memendam perasaan ternyata lebih mudah dan aman dibanding mengungkapkannya. Mengungkapkan emosi dikhawatirkan akan membuat seseorang terlihat lemah, sehingga mereka memilih menahan perasaannya untuk melindungi diri.
Padahal, menghindari emosi tidak secara langsung membuat perasaan tersebut hilang. Emosi yang diabaikan justru bisa terus berputar di pikiran. Terlalu sering melakukannya juga bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk memahami nilai yang diyakininya.
Emosi yang tertahan juga bisa dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Anak dengan orang tua yang suka mengabaikan emosi atau yang mempunyai emosi yang ekstrim bisa membuat anak susah untuk mengekspresikan emosinya saat dewasa.
Membiasakan diri untuk mengabaikan perasaan bisa menurunkan rasa percaya diri. Hal tersebut bisa mendorong seseorang untuk menganggap dirinya tidak berharga bagi orang lain.
Menghindari perasaan juga akan membuat emosi semakin menumpuk dan sulit dikontrol. Selain itu, kebiasaan ini juga akan mendatangkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, bahkan depresi.