Melansir dari Psychology Today, terdapat penelitian yang meminta pesertanya menonton film yang emosional. Hasilnya, ditemukan bahwa peserta yang menahan emosi mendorong aktivitas saraf simpatik meningkat yang menunjukkan adanya tingkat stres lebih tinggi.
Tipe stres yang akan datang akibat menahan emosi yaitu stres kronis yang bisa berlangsung dalam waktu lama.
Jika terus-menerus dibiarkan kondisi tersebut bisa mendatangkan nyeri otot, daya tahan tubuh melemah, imun menurun, gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, melemahkan ingatan, meningkatkan risiko diabetes, hingga penyakit jantung.
Selain itu, memendam emosi juga bisa membuat hubungan dengan orang lain sulit untuk berkembang. Seseorang yang menghindari berkomunikasi dengan orang lain dan orang yang menyembunyikan perasaannya akan sulit membangun hubungan yang kuat.
Berinteraksi dengan orang lain bisa menenangkan sistem saraf dan membuat seseorang melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas. Berkomunikasi juga bisa membangun hubungan bersama orang lain dengan lebih dalam.