Mi instan sendiri umumnya bukan sumber serat yang tinggi. Masalahnya bisa muncul ketika mi instan menggantikan makanan lain yang sebenarnya kaya serat, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Jadi, persoalannya bukan karena mi instan "merusak" usus, tapi bisa membuat pola makan keseluruhan menjadi rendah serat.
Bagaimana dengan bakteri baik di usus?
Di dalam usus terdapat triliunan mikroorganisme yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Mereka berinteraksi dengan makanan yang kita konsumsi dan ikut berperan dalam berbagai proses di tubuh.
Serat dari makanan, misalnya, dapat menjadi sumber makanan bagi sebagian mikroorganisme di usus. Penelitian yang dilakukan NIDDK menunjukkan bahwa pola makan yang lebih banyak menyediakan serat dan makanan minim proses dapat mengubah komposisi serta fungsi mikrobiota usus dibandingkan pola makan yang lebih rendah serat dan lebih banyak makanan olahan.
Karena itu, jika seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan rendah serat sementara jarang makan sayur, buah dan sumber serat lainnya, asupan yang dibutuhkan mikrobiota usus juga bisa menjadi lebih terbatas.
Namun, belum tepat jika langsung dikatakan bahwa makan mi instan sesekali akan membuat bakteri baik di usus berkurang secara drastis.
Sebuah penelitian terhadap 224 perempuan dewasa di Jepang menemukan adanya hubungan antara konsumsi ramen dan keragaman mikrobiota usus. Kelompok dengan konsumsi ramen lebih tinggi memiliki keragaman mikrobiota yang lebih rendah dan asupan serat yang juga lebih rendah.
Namun, penelitian tersebut bersifat cross-sectional, sehingga hanya menunjukkan hubungan dan tidak dapat membuktikan bahwa konsumsi ramen secara langsung menyebabkan perubahan mikrobiota usus.
Hal ini penting karena kondisi mikrobiota usus tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, usia, kondisi kesehatan dan berbagai faktor lainnya juga dapat berpengaruh.
Jika mi instan dikonsumsi terlalu sering dan tidak diimbangi makanan berserat, seseorang bisa saja mendapatkan asupan serat yang lebih rendah.