Selain itu, perhatikan sumber gula lain dalam makanan sehari-hari, seperti minuman manis, kue, biskuit, saus, dan makanan kemasan. Asupan gula tidak hanya berasal dari pemanis yang ditambahkan sendiri.

Pemantauan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan juga dapat membantu mengetahui respons tubuh terhadap makanan tertentu.

Alih-alih hanya berfokus pada pemilihan madu atau gula pasir, penderita diabetes perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan.

CDC menyarankan pemilihan sumber karbohidrat yang lebih kaya zat gizi, seperti sayuran, buah utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, dengan porsi yang disesuaikan kebutuhan.

Jika ingin menambahkan rasa manis pada makanan, pertimbangkan pula buah utuh sesuai porsi yang dianjurkan. Buah mengandung serat dan zat gizi lain yang tidak diperoleh dalam jumlah sebanding dari madu atau gula pasir.

Bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah, perubahan pola makan sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan rencana pengobatan.

Kesimpulannya, madu tidak otomatis lebih sehat daripada gula pasir bagi penderita diabetes. Keduanya dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga perlu dikonsumsi secara terbatas. Hal terpenting adalah mengendalikan jumlah karbohidrat, menjaga pola makan seimbang, dan mengikuti saran tenaga kesehatan untuk membantu mengelola kadar gula darah.