NADIKABAR.COM — Mandi malam menjadi kebiasaan bagi sebagian orang setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Selain membantu membersihkan keringat, debu, dan kotoran yang menempel di tubuh, mandi sebelum tidur juga dapat memberikan sensasi segar dan membuat tubuh lebih rileks.
Namun, kebiasaan mandi malam sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, mulai dari menyebabkan rematik hingga memicu penyakit tertentu. Padahal, dampak mandi malam terhadap kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh waktu mandi, tetapi juga suhu air, durasi, kondisi kulit, dan kebersihan tubuh.
Secara umum, mandi malam setiap hari tidak otomatis berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, mandi dengan air hangat sebelum tidur berpotensi membantu seseorang lebih mudah terlelap. Meski demikian, kebiasaan mandi dengan air terlalu panas atau terlalu lama justru dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Apakah mandi malam setiap hari berbahaya?
Tidak ada bukti medis kuat yang menunjukkan bahwa mandi pada malam hari secara langsung menyebabkan rematik atau penyakit tertentu. Waktu mandi bukan faktor utama yang menentukan seseorang mengalami gangguan kesehatan.
Menurut penjelasan dermatolog dari Cleveland Clinic yang diperbarui pada Januari 2026, mandi setiap hari secara umum dapat membantu menjaga kebersihan tubuh. Mandi pada malam hari juga dapat menjadi bagian dari rutinitas yang menenangkan setelah beraktivitas.
Meski begitu, frekuensi mandi perlu disesuaikan dengan aktivitas, kondisi cuaca, jenis kulit, dan kebutuhan masing-masing orang. Seseorang yang banyak berkeringat atau melakukan aktivitas fisik mungkin membutuhkan mandi lebih sering dibandingkan orang yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.
Dengan demikian, mandi malam setiap hari pada dasarnya boleh dilakukan selama memperhatikan suhu air, durasi mandi, serta produk pembersih yang digunakan.
Mandi malam dapat memberikan sejumlah manfaat, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah apabila dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
1. Membantu membersihkan kotoran dan keringat
Setelah beraktivitas seharian, tubuh dapat dipenuhi keringat, debu, minyak, dan berbagai kotoran dari lingkungan. Mandi pada malam hari membantu membersihkan sisa kotoran tersebut sebelum seseorang beristirahat.
Kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga kebersihan area tubuh yang mudah berkeringat, seperti ketiak, kaki, dan lipatan kulit.
Mandi dengan air hangat dapat memberikan sensasi nyaman dan membantu tubuh bersiap untuk beristirahat. Perubahan suhu tubuh setelah mandi juga berperan dalam proses alami tubuh menuju waktu tidur.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews pada 2019 menganalisis 17 penelitian, dengan 13 penelitian yang datanya dapat dibandingkan secara kuantitatif.
Hasilnya menunjukkan bahwa mandi atau berendam menggunakan air hangat sekitar 40–42,5 derajat Celsius selama sedikitnya 10 menit, sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur, berkaitan dengan waktu yang lebih singkat untuk mulai terlelap dan peningkatan efisiensi tidur. Namun, hasil tersebut tidak berarti semua orang akan memperoleh manfaat yang sama.