NADIKABAR.COM — Segelas teh hangat atau dingin kerap menjadi bagian dari rutinitas harian. Ada yang meminumnya saat sarapan, setelah makan, hingga ketika bersantai pada sore hari.
Kebiasaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, apakah minum teh setiap hari baik untuk ginjal? Jawabannya, bagi sebagian besar orang dewasa dengan fungsi ginjal normal, konsumsi teh dalam jumlah sedang umumnya tidak menjadi masalah.
Bahkan, teh dapat ikut menyumbang kebutuhan cairan tubuh. Asupan cairan yang cukup penting bagi ginjal karena organ tersebut bekerja menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urine.
Namun, jenis teh, jumlah yang diminum, kandungan kafein, hingga tambahan gula tetap perlu diperhatikan. Pada orang tertentu, terutama yang memiliki riwayat batu ginjal, konsumsi teh dalam jumlah berlebihan juga perlu dipertimbangkan.
Teh pada dasarnya sebagian besar terdiri dari air. secangkir teh yang diminum pada pagi hari tetap dapat dihitung sebagai bagian dari asupan cairan harian.
Kondisi tersebut penting bagi kesehatan ginjal. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar ginjal dapat menyaring zat sisa dari darah sekaligus menghasilkan urine.
Kandungan kafein dalam teh terkadang membuat orang khawatir akan mengalami dehidrasi. Kafein memang memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine.
Namun, jumlah cairan yang terdapat dalam secangkir teh umumnya dapat mengimbangi efek tersebut.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2017 juga menemukan bahwa konsumsi kafein dalam kadar yang umum tidak mengganggu keseimbangan cairan pada orang dewasa yang sedang beristirahat.
Artinya, bagi kebanyakan orang, kebiasaan minum teh dalam jumlah wajar tidak serta-merta membuat tubuh kekurangan cairan.