Konsumsi gula berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, serta kenaikan berat badan. Kondisi-kondisi tersebut pada akhirnya juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal.
Karena itu, pilihan yang lebih ramah bagi ginjal adalah teh yang diseduh dengan sedikit gula atau tanpa gula, sambil tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh sepanjang hari.
Ada satu hal yang membuat konsumsi teh perlu diperhatikan lebih lanjut, terutama bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal. Teh hitam mengandung oksalat, senyawa alami yang juga ditemukan dalam berbagai makanan seperti bayam, kacang-kacangan, dan cokelat.
Dalam kondisi tertentu, oksalat dalam jumlah berlebihan dapat berikatan dengan kalsium di urine. Proses tersebut dapat membantu pembentukan batu kalsium oksalat, yang merupakan jenis batu ginjal paling umum.
Namun, hubungan tim redaksi konsumsi teh hitam dan batu ginjal belum sepenuhnya konsisten. Hasil penelitian yang ada masih menunjukkan temuan yang berbeda-beda. Salah satu penelitian pada November 2021 melibatkan 430 orang dewasa untuk melihat hubungan konsumsi teh dan kopi dengan batu oksalat.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi teh dalam jumlah tinggi, yakni empat gelas atau lebih setiap hari, dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal kalsium oksalat dibandingkan orang yang mengonsumsi kurang dari dua gelas per hari.
Di sisi lain, hasil berbeda terlihat dalam tinjauan penelitian pada 2024. Studi tersebut melibatkan lebih dari satu juta peserta dan menyimpulkan bahwa konsumsi teh secara teratur justru berkaitan dengan penurunan risiko batu ginjal sekitar 20 persen.
Salah satu penjelasan yang mungkin adalah peningkatan asupan cairan. Semakin cukup cairan yang dikonsumsi, konsentrasi mineral dalam urine dapat menjadi lebih rendah sehingga pembentukan kristal berpotensi berkurang.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar.