NADIKABAR.COM — Penggunaan telur mentah dalam makanan bukanlah hal yang asing. Bahan ini dapat ditemukan dalam sejumlah resep yang membutuhkan tekstur lembut atau campuran telur tanpa dimasak terlebih dahulu. Meskipun praktis, cara mengonsumsi telur mentah atau setengah matang perlu diperhatikan karena ada faktor keamanan pangan yang perlu dipertimbangkan.
Dilansir dari Medical News Today, telur merupakan salah satu makanan yang kaya nutrisi dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, cara mengolah telur tetap perlu diperhatikan, terutama jika ingin mengonsumsinya dalam keadaan mentah.
United States Department of Agriculture (USDA) tidak menyarankan untuk mengonsumsi telur mentah yang belum dipasteurisasi karena masih ada risiko bakteri yang bisa menyebabkan penyakit.
Sebagai pilihan yang lebih aman, gunakan telur yang sudah dipasteurisasi untuk makanan yang memang membutuhkan telur mentah, seperti eggnog, es krim, smoothies, atau adonan kue mentah. Telur yang sudah dipasteurisasi umumnya dapat langsung dikonsumsi tanpa dimasak.
Mengosumsi telur mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, terutama jika telur sudah terkontaminasi Salmonella. Food and Drug Administration (FDA) memperkirakan sekitar 79.000 kasus penyakit bawaan makanan dan 30 kematian setiap tahunnya berkaitan dengan telur yang terkontaminasi bakteri tersebut.
Beberapa jenis Salmonella juga dapat berada di dalam sistem reproduksi ayam sehingga bakteri bisa masuk ke telur sebelum cangkang terbentuk. Risiko kontaminasi telur dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah dan usia ayam dalam satu kelompok, tingkat stres, pakan, vaksinasi, serta kebersihan kandang.