Sementara belanja tidak terduga dari Rp 14,02 miliar menjadi Rp 5,05 miliar lebih atau berkurang Rp 8,96 miliar lebih.
"Belanja transfer sebelum perubahan Rp 366,99 miliar menjadi Rp Rp 347,84 miliar lebih atau berkurang sebesar Rp 19,15 miliar lebih," jelasnya.
Secara umum, rancangan perubahan APBD tahun 2026 mengalami defisit sebesar Rp 644,73 miliar lebih atau bertambah menjadi Rp 82,56 miliar dari sebelumnya Rp 562,16 miliar.
SiLPA tahun 2025 sebesar Rp 644,73 miliar lebih dari sebelumnya Rp 587,16 miliar atau bertambah Rp 57,56 miliar. Ada juga pengeluaran pembiayaan daerah dari Rp 25 miliar lebih berubah menjadi Rp 0 atau berkurang Rp 25 miliar lebih.
Dalam rapat yang sama, disampaikan pula rancangan anggaran APBD tahun 2027. Anggaran tersebut dirancang sebesar Rp 2,89 triliun lebih.
PAD dirancang sebesar Rp 2,15 triliun lebih. Angka tersebut berasal dari pajak daerah Rp 1,85 triliun, retribusi daerah Rp 152,15 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 100,21 miliar lebih serta lain-lain PAD yang sah Rp 53,64 miliar lebih.
Kemudian, pendapatan transfer sebesar Rp 736,52 miliar lebih terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 629,02 miliar lebih dan pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp 107,50 miliar lebih. Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 1,60 miliar lebih.