Suahasil mengatakan, pelaksanaan APBN memang diarahkan defisit sejak awal. Pada akhir Agustus 2026, Suahasil menyebut APBN defisit 0,9% dari PDB atau setara dengan Rp 240,1 triliun

"Kita menuju pelaksanaan APBN yang memang dari awal ditetapkan dari awal didesain defisit," tambahnya.

Suahasil menargetkan defisit APBN 2,8% dari PDB. "Hari ini akhir September 1,2% nanti kita akan menuju di akhir tahun 2,8%. Ini adalah perjalanan APBN," jelasnya.