Sementara itu, realisasi belanja negara telah mencapai Rp 2.660,5 triliun atau sekitar 69,2% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dipatok Rp 3.842 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19% secara tahunan.
Rincian belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat yakni Rp 2.061,3 triliun yang mencakup belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp 1.069,4 triliun dan belanja non-K/L Rp 991,9 triliun. Kemudian, realisasi transfer ke daerah Rp 599,2 triliun atau 82,4% dari APBN.
Suahasil menargetkan defisit APBN 2,8% dari PDB. "Hari ini akhir September 1,2% nanti kita akan menuju di akhir tahun 2,8%. Ini adalah perjalanan APBN," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menarik utang baru sebesar Rp 494,3 triliun hingga September 2026. Nilai ini setara 59,4% dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 832,2 triliun.
Namun, Suahasil menilai pembiayaan utang tetap terjaga. Pembiayaan utang pada periode ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu Rp 502,9 triliun atau 64,8% dari target APBN Rp 775,9 triliun.