"Motornya hilang digadaikan sama dia (Andri) juga karena buat kekurangan modal," ceritanya.

Fariz kemudian mengungkap asal modal yang digunakan dalam bisnis tersebut. Dia mengaku mendapatkan uang Rp 250 juta dari hasil menjual salah satu ginjalnya di India saat pandemi COVID-19.

Fariz mengatakan keputusan tersebut diambil karena selain membutuhkan modal, dirinya saat itu berniat membantu warga Indonesia lain yang membutuhkan donor ginjal.

"Saya waktu itu sampai ke India sekitar waktu tahun-tahun COVID-19, karena kebetulan juga niatnya mau menolong orang Indonesia lain yang butuh ginjal. Akhirnya saya jual. Lah ini kan hasilnya mau saya buat investasi gitu loh, maksud saya gitu kok tambah dibohongi seperti ini," jelasnya.

Di sisi lain, Andri membantah tudingan bahwa dirinya menipu Fariz. Dia mengakui memang memiliki utang kepada Fariz, tetapi menyebut sebagian kewajiban tersebut telah dibayarkan.

Andri juga mengaku memiliki bukti transfer atas sejumlah pembayaran yang menurutnya berkaitan dengan nominal yang disebut Fariz sebagai kerugian. Dia menjelaskan sejak awal Fariz merupakan pihak yang menginisiasi bisnis sekaligus investor, sedangkan dirinya bertugas mengerjakan proses peleburan barang elektronik menjadi emas.