Menurut Andri, setiap proses produksi menghasilkan emas kurang dari 1 gram yang kemudian dapat dijual dengan harga sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.
"Karena kebetulan saat itu kondisi saya juga lagi terpuruk, kebetulan dikasih kesempatan sama mas Fariz buat kerja bareng dan akhirnya saya mau karena merasa terbantu juga. Saya itu juga sudah ada bukti banyak dari nominal yang disebutkan itu sudah saya bayar, ada bukti transfernya," kata Andri.
Andri mengaku masih memiliki kewajiban kepada Fariz dan menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan utang tersebut. Namun, dia meminta agar proses penagihan dilakukan tanpa kekerasan verbal maupun tindakan yang menurutnya bersifat emosional.
"Ya kan maksudnya kalau nagih hutang jangan gitu, jangan kasar, jangan pakai umpatan atau cacian, itu kan gak benar," ujarnya.
Andri juga menyatakan akan mencicil sisa utangnya setelah kedua pihak mencocokkan kembali catatan transaksi. Selain uang, dia berencana memberikan emas 1 gram yang disebutnya memang telah disiapkan untuk membayar kewajibannya kepada Fariz.
"Pokoknya nanti setelah sama-sama dicocokkan mutasi e, langsung saya bayar ditambah emas 1 gram ini. Jadi emas ini memang sudah saya tabung untuk niatnya membayar hutang," pungkasnya.