NADIKABAR.COM — Niat mencari keuntungan dari bisnis peleburan rongsokan elektronik menjadi emas justru berujung kerugian bagi Fariz Thufeil Addausi, warga Manyar Sabrangan, Surabaya. Fariz mengaku telah mengeluarkan modal besar, bahkan menyebut uang tersebut berasal dari hasil menjual salah satu ginjalnya di India.

Bukannya mendapatkan keuntungan sesuai kesepakatan, Fariz mengaku justru mengalami kerugian hingga Rp 185 juta. Dia menuding rekan bisnisnya, Andri Agashi Alfianto, tidak menyerahkan hasil penjualan emas dan menggunakan sejumlah uang untuk keperluan lain.

Fariz mengatakan bisnis peleburan barang elektronik menjadi emas itu bermula dari kesepakatannya dengan Andri. Dalam kerja sama tersebut, keduanya sepakat menjalankan bisnis bersama dengan sistem bagi hasil dari emas yang berhasil diproduksi dan dijual.

Namun, seiring berjalannya waktu, Fariz mengaku tidak pernah menerima bagian dari hasil penjualan emas tersebut. Dia bahkan mengaku memiliki bukti bahwa emas hasil produksi telah dijual oleh Andri.

"Bisa saya buktikan bahwasanya ini (emasnya) sudah dijual dia sendiri, terus uangnya enggak dikasihkan ke saya," kata Fariz dalam konten Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Selasa (1/9/2026).

Menurut Fariz, persoalan tersebut kemudian membuat kerugiannya semakin besar karena Andri juga beberapa kali meminjam uang kepadanya. Pinjaman itu disebut dilakukan secara bertahap, mulai dari Rp 10 juta, Rp 6 juta, hingga sejumlah utang dengan nominal lebih kecil.

Tak hanya uang tunai, Fariz mengaku sepeda motornya juga ikut digadaikan oleh Andri tanpa persetujuannya. Menurut dia, motor tersebut digadaikan dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan modal bisnis.

"Motornya hilang digadaikan sama dia (Andri) juga karena buat kekurangan modal," ceritanya.

Fariz kemudian mengungkap asal modal yang digunakan dalam bisnis tersebut. Dia mengaku mendapatkan uang Rp 250 juta dari hasil menjual salah satu ginjalnya di India saat pandemi COVID-19.

Fariz mengatakan keputusan tersebut diambil karena selain membutuhkan modal, dirinya saat itu berniat membantu warga Indonesia lain yang membutuhkan donor ginjal.

"Saya waktu itu sampai ke India sekitar waktu tahun-tahun COVID-19, karena kebetulan juga niatnya mau menolong orang Indonesia lain yang butuh ginjal. Akhirnya saya jual. Lah ini kan hasilnya mau saya buat investasi gitu loh, maksud saya gitu kok tambah dibohongi seperti ini," jelasnya.

Di sisi lain, Andri membantah tudingan bahwa dirinya menipu Fariz. Dia mengakui memang memiliki utang kepada Fariz, tetapi menyebut sebagian kewajiban tersebut telah dibayarkan.

Andri juga mengaku memiliki bukti transfer atas sejumlah pembayaran yang menurutnya berkaitan dengan nominal yang disebut Fariz sebagai kerugian. Dia menjelaskan sejak awal Fariz merupakan pihak yang menginisiasi bisnis sekaligus investor, sedangkan dirinya bertugas mengerjakan proses peleburan barang elektronik menjadi emas.

Menurut Andri, setiap proses produksi menghasilkan emas kurang dari 1 gram yang kemudian dapat dijual dengan harga sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.

"Karena kebetulan saat itu kondisi saya juga lagi terpuruk, kebetulan dikasih kesempatan sama mas Fariz buat kerja bareng dan akhirnya saya mau karena merasa terbantu juga. Saya itu juga sudah ada bukti banyak dari nominal yang disebutkan itu sudah saya bayar, ada bukti transfernya," kata Andri.

Andri mengaku masih memiliki kewajiban kepada Fariz dan menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan utang tersebut. Namun, dia meminta agar proses penagihan dilakukan tanpa kekerasan verbal maupun tindakan yang menurutnya bersifat emosional.

"Ya kan maksudnya kalau nagih hutang jangan gitu, jangan kasar, jangan pakai umpatan atau cacian, itu kan gak benar," ujarnya.

Andri juga menyatakan akan mencicil sisa utangnya setelah kedua pihak mencocokkan kembali catatan transaksi. Selain uang, dia berencana memberikan emas 1 gram yang disebutnya memang telah disiapkan untuk membayar kewajibannya kepada Fariz.

"Pokoknya nanti setelah sama-sama dicocokkan mutasi e, langsung saya bayar ditambah emas 1 gram ini. Jadi emas ini memang sudah saya tabung untuk niatnya membayar hutang," pungkasnya.