Menurut dia, keberlanjutan pencegahan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana masyarakat memahami manfaat menjaga hutan sekaligus memperoleh dukungan untuk mengelola sumber penghidupannya secara berkelanjutan.

β€œMasyarakat perlu dilibatkan sejak mengidentifikasi persoalan, menyusun kegiatan, hingga menilai hasilnya. Dengan keterlibatan itu, pencegahan karhutla dapat tumbuh menjadi kebutuhan bersama,” ujar Guru Besar Manajemen Hutan di Universitas Lampung itu .

Ia menilai kemitraan pemerintah, pemegang izin usaha kehutanan, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat perlu menghasilkan pendampingan yang berkelanjutan. Dukungan tersebut dapat mencakup peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan penguatan kelembagaan masyarakat.

Christine juga menekankan pentingnya komunikasi yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya setempat agar pesan pencegahan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

β€œEdukasi akan lebih efektif ketika masyarakat memiliki pilihan yang dapat dijalankan. Karena itu, pesan pencegahan perlu disertai dukungan nyata bagi penghidupan dan pengelolaan lahan tanpa membakar,” katanya.