Pengembang perlu memastikan aplikasi dapat menyesuaikan tampilan ketika pengguna berpindah dari layar luar ke layar dalam, termasuk pengaturan rasio layar, tata letak, dan elemen navigasi.

Aplikasi yang belum dioptimalkan berpotensi menampilkan antarmuka yang kurang proporsional atau belum memanfaatkan seluruh ruang layar secara efektif. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti aplikasi gagal berjalan.

Indra sendiri mengakui belum banyak aplikasi pihak ketiga yang dioptimalkan. Kendati begitu, ia menilai pengalaman aplikasi bawaan Apple sudah cukup membuatnya nyaman menggunakan iPhone Duo.

Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi aplikasi dan kenyamanan sistem operasi merupakan dua aspek berbeda. Sebuah perangkat bisa menawarkan antarmuka yang responsif, tetapi tetap membutuhkan dukungan lebih luas dari pengembang aplikasi.

Bagi calon pembeli iPhone Duo, dukungan aplikasi yang paling sering digunakan sehari-hari patut menjadi pertimbangan, terutama jika perangkat akan dimanfaatkan untuk bekerja atau multitasking.

Pengalaman Indra memperlihatkan bahwa keterbatasan optimalisasi aplikasi belum tentu mengurangi kenyamanan setiap pengguna. Setidaknya bagi dirinya, kemampuan multitasking, Split View, dan antarmuka iOS sudah memberikan pengalaman yang memuaskan, meski ekosistem aplikasi layar lipat Apple masih perlu berkembang.

"Banyak yang salah kaprah nyalahin devices iPhone Duo yang bikin tampilan aplikasi yang saat ini udah ada malah lebih jelek dibanding iPhone2 sebelumnya, justru kuncinya ada di developer aplikasinya yang harus ngepatch aplikasi2 pihak ke3 untuk bisa adaptasi ke UI iPhone Duo, butuh waktu. Mingguan, bulanan atau bisa tahunan," pungkas Indra.