Ternus mengatakan Apple tidak dapat mengakses data pribadi di perangkat pengguna dan menyebut ini sebagai faktor pembeda utama teknologi mereka. Tidak perlunya akses tingkat tinggi ke akun pengguna seperti email justru menjadi keunggulan Siri dari produk agen AI lainnya.

"Begitu banyak data pribadi Anda ada di iPhone Anda, baik itu kontak, komunikasi, data kesehatan, data keuangan, semuanya. Siri dapat mengakses data tersebut dan membantu Anda mengaksesnya dengan cara yang sangat aman dan pribadi, dan tidak ada orang lain yang dapat mengaksesnya," jelas Ternus.

Respons Apple terhadap AI ini juga mengindikasikan perubahan regulasi saat ini yang sama sekali tidak dapat diprediksi dan dapat menghabiskan banyak biaya untuk beradaptasi dengan undang-undang baru terkait agen AI.

"Selain itu, perusahaan juga menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh masalah etika dan persepsi negatif konsumen terkait otomatisasi, kecerdasan buatan, kecerdasan super, termasuk ancaman yang dirasakan terhadap keselamatan atau bahaya atau komplikasi sosial lainnya," tegas Apple dalam dokumen tersebut.