"Jadi apinya kita usahakan padam, padamkan ya, tapi di saat bersamaan, langkah emergency untuk rescue ini menjadi sangat penting sekali," katanya.

Di sisi lain, Prabowo juga ingin membongkar dalang pembakar hutan. Ia meminta data perusahaan yang diduga terlibat tindak pidana terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Kapolri. Ia ingin mengetahui identitas serta pihak yang berada di balik kepemilikan korporasi tersebut.

Prabowo menyoroti dugaan adanya lahan yang setelah terbakar dalam waktu singkat kemudian dimanfaatkan menjadi area perkebunan. Ia meminta aparat terus mendalami kemungkinan pembakaran tersebut dilakukan secara sengaja.

"Terima kasih, saya tertarik juga ya yang abis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan, apakah ini rakyat atau korporasi. Tolong ini diselidiki terus, dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18, dan nanti akan saya minta mungkin menteri kehutanan, ATR/BPN, dan juga Satgas PKH untuk menilai kalau perlu kita segera cabut semuanya tuh," ujarnya tegas.

Menurut aktivis nasional sekaligus pendiri Kontra Narasi, Sandri Rumanama, instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penindakan terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan dijalankan oleh Polri secara profesional.

Menurut Sandri, ketegasan Presiden dalam meminta pengusutan dugaan kesengajaan pembukaan lahan harus diikuti dengan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

"Saya yakin dan percaya mereka pasti ditindak" ujar Sandri.