Ia mencontohkan negara-negara yang berhasil membangun ekosistem logistik modern mampu mempercepat arus barang sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui sistem pergudangan dan rantai pasok yang terintegrasi.
Model seperti itu dinilai dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi sektor pertanian, manufaktur maupun komoditas ekspor.
Selain digitalisasi, Arief juga mengusulkan tiga agenda utama reformasi logistik nasional, yaitu meningkatkan konektivitas melalui angkutan massal berbasis kereta api dan transportasi laut, membangun kawasan ekonomi yang terhubung dengan jalur perdagangan internasional serta memperkuat investasi pada riset dan teknologi sebagai fondasi transformasi industri nasional.
Ia meyakini reformasi supply chain akan memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan efisiensi biaya logistik, memperbesar nilai tambah dalam negeri serta menjadikan Indonesia lebih kompetitif dalam rantai pasok global.