Selain nostalgia, komponen aroma buku juga dapat memengaruhi respons otak. Sebuah studi pencitraan otak menemukan bahwa aroma yang berkaitan dengan makanan, seperti vanila dan almond, dapat mengaktifkan sistem penghargaan di otak yang digerakkan oleh dopamin.
Williams mengatakan aroma vanila, almond, dan kayu juga dapat langsung mengingatkan seseorang pada makanan yang dipanggang atau suasana yang hangat. "Sementara kertas, kayu, dan musk yang lembut membuat aroma tersebut terasa khas untuk sebuah buku," tutur Williams.
Aroma khas buku lama tidak muncul begitu saja. Seiring bertambahnya usia kertas, selulosa dan lignin yang terkandung di dalamnya perlahan mengalami penguraian.
Proses tersebut menghasilkan senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) yang kemudian terlepas ke udara dan menghasilkan aroma khas seperti dikutip dari laman Science History Institute.
Lignin menjadi salah satu sumber aroma manis yang dapat menyerupai vanila. Namun, bukan hanya lignin yang berperan. Ada sejumlah molekul lain yang ikut membentuk karakter aroma buku tua.
1. Benzaldehida memberikan aroma seperti almond dan turut menghasilkan kesan seperti kue.2. Furfural menghasilkan aroma menyerupai roti panggang. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk membantu mengetahui kondisi atau tingkat degradasi sebuah buku berdasarkan aromanya.3. Guaiacol memberikan sedikit aroma asap atau pedas. Senyawa yang sama juga dapat ditemukan pada wiski dan asap api unggun.4. Vanillin merupakan senyawa yang juga memberikan aroma khas pada biji vanila dan berkontribusi terhadap aroma manis seperti kue pada buku lama.
Jika sama-sama tua, mengapa aroma setiap buku tidak selalu sama?
Jawabannya bukan hanya karena usia. Jenis kertas, tinta, bahan penjilidan, hingga tempat penyimpanan ikut menentukan aroma akhir sebuah buku.
Tinta, lem, kulit, dan kain yang digunakan dalam sampul juga mengalami proses penuaan masing-masing. Senyawa yang dilepaskan dari berbagai material tersebut kemudian bercampur dengan senyawa dari kertas.
Jenis kertas pun memiliki pengaruh besar. Sebagian buku dibuat menggunakan kertas berbahan bubur kayu yang mengandung lignin. Seiring waktu, lignin terurai dan menghasilkan berbagai senyawa yang berkontribusi terhadap aroma khas buku lama.
Sementara itu, ada jenis kertas yang disebut rag paper, yang dibuat dari serat kapas atau linen. Jenis kertas ini hampir tidak mengandung lignin sehingga cenderung tidak mengalami perubahan warna dan aroma dengan cara yang sama seperti kertas berbahan kayu.
Selain bahan pembuatnya, lingkungan penyimpanan juga ikut memberikan karakter pada aroma. Debu, kelembapan, dan jamur dapat membuat aroma buku berubah.Jadi, aroma sebuah buku lama sebenarnya merupakan hasil perpaduan berbagai material dan proses kimia yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Bukan hanya buku tua yang memiliki aroma khas. Buku baru juga memiliki bau yang mudah dikenali, tetapi sumbernya berbeda.