"Ada (yang kenal). Iya, pasti. Saya tanya, kamu masih ingat nggak? 'Ingat'. Ya enam bulan kan saya rasa waktu yang cukup," ujarnya.
Terkait kemungkinan ancaman setelah Aron keluar, Sunan mengaku belum memantau hal tersebut. Ia mengatakan perbincangan dengan Aron belum tuntas karena waktu sudah larut.
"Saya belum monitor sejauh itu. Tadi malam juga belum tuntas sih ngobrol sama saya, karena sudah malam. Dia juga baru berani keluar, masih takut-takut dia gitu kan, berani ketemunya di tempat rame gitulah. Sementara jamnya jam orang sudah tutup gitu, jadi nggak sempat lebih lanjut lagi. Nanti kalau ada waktu saya diskusi lagi sama tim," tuturnya.
Sunan juga belum mengetahui apakah keluarga Aron sempat mencari atau melaporkan kepergiannya selama enam bulan.
"Saya nggak tahu. Ya kan seharusnya ada ya. Enam bulan loh itu, bukan enam hari loh. Kita ada anggota keluarga hilang satu hari lebih saja sudah kayak apa rasanya kan? Makanya, saya juga nggak tahu ini apa. Apa sih ini? Peristiwa apa gitu lho maksud saya. Kalau dibilang pelaku kejahatan, Aron melakukan kejahatan apa? Kalau dibilang narkoba, mana ininya kan, gitu. Gitulah kurang lebih," katanya.
Selain itu, Sunan tidak menutup kemungkinan Aron akan membawa dugaan kasus tersebut ke jalur hukum. Ia juga menyinggung adanya orang lain yang diduga mengalami kejadian serupa setelah Aron berbicara di media sosial.
"Mengalami hal yang sama, lah iya. Jadi ya tidak menutup kemungkinan Aron ini sebagai public figure nanti bisa jadi whistleblower ya, yang berani untuk mengungkap kasus ini gitu loh," pungkasnya.
Sebelumnya, Aron kembali muncul di Instagram pada 14 Oktober 2026 setelah terakhir diketahui aktif di media sosial pada 2 November 2025. Dalam unggahan emosionalnya, pria bernama asli Mohammad Haeran Ashab itu mengaku diculik oleh sekelompok preman bayaran atas perintah seorang oknum tertentu. Ia menyebut pihak yang diduga terlibat sebagai preman penunggang agama.