NADIKABAR.COM — Sejumlah selebritas menggalang donasi untuk membantu korban dan relawan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia yang masih terjadi hingga saat ini.
Selain menggalang dana, sejumlah selebritas juga menyuarakan dampak kebakaran hutan hingga kabut asap melalui media sosial hingga terjun langsung ke lokasi terdampak.
Salah satu yang terbaru adalah Jessica Mila dan suaminya, Yakup Hasibuan yang mendonasikan sebagian penghasilan bisnis parfum milik Jessica untuk membantu korban kebakaran hutan, terutama di Kalimantan.
"Mila bilang memang mau tetap ngelakuin acara ini dan memang sebagian mau didonasikan untuk korban karhutla di berbagai daerah di Indonesia," kata Yakup Hasibuan seperti diberitakan NadiKabar pada Senin (26/10).
Jessica mengatakan donasi tersebut akan difokuskan terlebih dahulu untuk membantu korban karhutla di Kalimantan, mengingat mengingat luasnya wilayah terdampak dan kebutuhan penanganan yang mendesak.
"Di awal fokusnya Kalimantan dulu," ujar Jessica Mila.
Keputusan menggalang donasi itu dilakukan bertepatan dengan momen kebahagiaan mereka menyambut calon anak kedua.
"Nah jadi mungkin ya mudah-mudahan kehamilan ini, ya bayinya walaupun masih di dalam mudah-mudahan bisa terus menjadi saluran berkatlah buat banyak orang," ujar Yakup Hasibuan.
Selain Jessica Mila, Nikita Willy sebelumnya juga menggalang donasi untuk membantu penanganan dampak karhutla.
Pada 17 Oktober melalui unggahan media sosial, Nikita menginisiasi penggalangan dana setelah secara spesifik menyoroti dampak kesehatan fatal yang mengintai anak-anak akibat kepungan asap pekat di kawasan Sumatra dan Kalimantan sejak Juli 2026 lalu.
Berdasarkan data yang ia paparkan, setidaknya terdapat 63.711 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjangkiti anak dan balita di tujuh wilayah terdampak karhutla.
Keputusan itu juga diambil melihat api yang tak kunjung padam dan banyaknya relawan yang masih bertaruh nyawa di lapangan.
"Api belum padam hingga sampai terakhir video ini direkam, masih banyak relawan dan masyarakat yang berjuang untuk memadamkan api di sana," kata Nikita dalam unggahannya di Instagram pada Minggu (18/10).
"Saya, Nikita, dan Indra mengajak teman-teman untuk bersama membantu saudara kita yang sedang berjuang di daerah yang terdampak," imbau Nikita.
Ia memastikan bahwa seluruh bantuan tersebut akan disalurkan secara langsung oleh timnya ke lokasi bencana, dengan fokus target penyaluran terdekat berada di kawasan Palangka Raya.
Selain Jessica dan Nikita, sejumlah artis lain seperti Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, Riyuka Bunga, hingga pasangan konten kreator Erika Richardo dan Jerhemy Owen juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak karhutla di Palangka Raya.
Upaya para selebritas menyoroti dampak dan penanganan karhutla juga muncul lewat desakan dan kritik yang mereka suarakan.
Reza Rahadian dan Wendi Cagur misalnya, mereka lantang mendorong pemerintah Indonesia menetapkan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bencana nasional.
Reza menilai penetapan status bencana nasional penting lantaran bisa membuka ruang bagi lebih banyak organisasi untuk terlibat dalam penyaluran bantuan logistik dan teknologi.
"Ini kenapa pentingnya bagi saya, ya, status bencana nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun."
"Tapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan, baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," sambungnya.
Wendi Cagur juga terang-terangan mendorong agar rentetan musibah asap tersebut segera dipertimbangkan untuk dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.
"Tapi lebih nyiksa lagi ketika kita tinggal di suatu tempat di mana napas aja susah, pandangan aja sulit," kata Wendi merespons krisis tersebut.
"Kalau memang sudah waktunya, dan memang sepertinya sudah seharusnya kejadian ini dijadikan bencana nasional," kata Wendi dalam salah satu unggahannya di Instagram pekan lalu.
Adapun, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (26/10), masih terdapat 1.593 titik panas dan 197 titik api di enam provinsi Indonesia.
Enam provinsi ini terdiri dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.