NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi laporan media yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan penggunaan bom terbesar buatan AS, yang disebut "mother of all bombs" atau "ibu dari segala bom", dalam operasi militer terhadap Iran.

Trump, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/10/2026), terkesan memberikan jawaban tidak tegas saat ditanya soal potensi penggunaan "mother of all bombs". Presiden AS ini justru menekankan bahwa bom jenis itu bukanlah senjata nuklir.

Dalam wawancara dengan media Newsmax pada Kamis (15/10) waktu setempat, Trump ditanya soal laporan media yang menyebut pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan "mother of all bombs" terhadap Iran, kemungkinan setelah pemilu sela AS pada November mendatang.

Dalam jawabannya, Trump menekankan bahwa bom tersebut merupakan senjata konvensional.

"Mother of all bombs bukanlah senjata nuklir. Itu hanyalah bom yang sangat besar," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Dia kemudian kembali menegaskan bahwa "mother of all bombs" bukanlah senjata nuklir. "Mother of all bombs adalah bom yang sangat besar, tetapi bukan senjata nuklir," sebut Presiden AS tersebut.

Bom jenis "mother of all bombs", atau GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), merupakan bom konvensional terbesar dalam persenjataan militer AS, yang bersifat non-nuklir dan dipandu oleh GPS.

Sebelumnya, laporan media terkemuka NadiKabar, yang mengutip sejumlah pejabat AS, mengungkapkan bahwa pemerintahan AS mempertimbangkan untuk menggunakan MOAB, yang merupakan bom non-nuklir terbesar buatan Amerika, terhadap Iran jika Trump memutuskan untuk melanjutkan pertempuran.

Disebutkan NadiKabar dalam laporannya pada Kamis (15/10) bahwa militer AS sedang menyusun rencana untuk kemungkinan penggunaan "mother of all bombs" untuk menargetkan infrastruktur energi dan situs-situs nuklir Iran.

Trump Tegaskan AS Tak Akan Pakai Senjata Nuklir Lawan Iran

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam operasi militer terhadap Iran. Presiden AS itu menegaskan bahwa Washington tidak memerlukan senjata semacam itu untuk melawan Teheran.

"Tidak, saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu menggunakannya," tegas Trump.

Selanjutnya, ketika ditanya apakah dirinya mempercayai Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Trump menjawab: "Sejujurnya, saya tidak mempercayai siapa pun."

"Saya tidak mempercayai siapa pun. Dalam dunia politik, saya tidak mempercayai siapa pun," tandasnya.