NADIKABAR.COM — Amerika Serikat berencana menggandakan ekspor gas alam cair (LNG) pada 2029 dan ingin meningkatkan volume pengirimannya ke Asia Tenggara, kata Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim.
Dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa, Kevin menilai bahwa terdapat permintaan energi yang sangat besar di Asia Tenggara seiring dengan terus berkembangnya ekonomi digital dan sektor manufaktur.
Menanggapi kebutuhan tersebut, lanjut Kevin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan bantuan luar negeri strategis senilai lebih dari 2,5 miliar dolar AS (Rp45 triliun) untuk Asia Tenggara.
“Salah satu proyek oleh pemerintah AS adalah komitmen ‘Development Finance Corporation’ (DFC])sebesar lebih dari 1,5 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur energi di seluruh Asia Tenggara,” kata Dubes AS itu.
Menurut Kevin, program tersebut memiliki kemampuan untuk memfasilitasi masuknya modal tambahan dari sektor swasta, serta visi dari proyek pembangunan infrastruktur energi di Asia Tenggara itu adalah menghimpun dana lebih dari 3 miliar dolar AS (Rp54 triliun).