NADIKABAR.COM — Amerika Serikat, Senin (19/10), melarang perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, Hangzhou DeepSeek, untuk mengakses jaringan badan sipil federal.
Langkah tersebut diambil dengan alasan adanya risiko spionase dan keamanan siber di tengah persaingan teknologi yang kian memanas dengan Beijing.
"Model-model DeepSeek menghadirkan berbagai vektor ancaman," kata Penasihat Umum Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, James Percival, dalam arahan tersebut.
Percival memperingatkan bahwa server perusahaan tersebut beroperasi di China, di mana undang-undang domestik "memberikan wewenang luas kepada badan siber dan intelijen pemerintah untuk mengakses infrastruktur perusahaan swasta."
Arahan tersebut menyatakan bahwa struktur interaktif platform itu dapat membuat kueri operasional yang sensitif menjadi terpapar terhadap intersepsi oleh pihak asing.