Selama proses penghapusan berlangsung, badan-badan tersebut diinstruksikan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan siber sementara, termasuk peningkatan pencatatan aktivitas jaringan (logging), kontrol ketat terhadap transfer data keluar, serta pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi lalu lintas jaringan yang tidak wajar.

Sementara itu, Beijing pada Selasa (20/10) menentang langkah baru AS yang menyasar perusahaan China tersebut.

"China secara konsisten menentang penyalahgunaan konsep keamanan nasional serta politisasi isu-isu sains, teknologi, ekonomi, dan perdagangan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, kepada para wartawan di Beijing.

"China akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan-perusahaan China," tambahnya.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia