NADIKABAR.COM — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan aksi protes yang melibatkan kelompok antifasis berpotensi meningkat menjadi bentrokan selama konvensi partai sayap kanan Prancis, Partai Reli Nasional, pada akhir pekan nanti.
Menurut laporan Fox News, yang mengutip dokumen Deplu AS, Selasa (20/10), para pengunjuk rasa akan menggelar aksi demonstrasi lebih lanjut dekat lokasi konvensi.
Hal itu dapat berpotensi mengungkap kelemahan keamanan lebih lanjut dan memperdalam ketegangan politik.
Dokumen tersebut juga mengisyaratkan peristiwa-peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Setiap kelalaian dalam hal keamanan dilaporkan dapat memberikan kesempatan kepada Partai Reli Nasional dan kekuatan politik sayap kanan-tengah untuk mengkritik kinerja Macron.
Kongres Partai Reli Nasional, partai pimpinan perempuan politikus Marine Le Pen itu, dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Oktober di Kota Orleans, Prancis.
Sebelumnya, akhir pekan lalu, unjuk rasa besar-besaran, yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup dan penurunan standar pendidikan di Prancis, meningkat menjadi bentrokan dengan polisi di Prancis pada Sabtu (17/10).
Di Kota Limoges, para pengunjuk rasa membakar gedung balai kota bersejarah. Gedung-gedung administrasi di Marseille dan kota-kota lain juga diserang.
Massa juga menjarah dan merampok toko-toko, menghancurkan etalase, dan membawa kabur barang-barang dagangan, termasuk barang-barang dari butik merek mewah, terutama di Paris dan Marseille.
Lebih dari 2.000 orang ditahan pada Minggu (18/10). Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan total 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut, termasuk 110.000 orang di Paris.