NADIKABAR.COM — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyoroti lambatnya proses birokrasi di Indonesia, terutama dalam hal pelayanan publik. Menurutnya kondisi ini berbanding terbalik dengan tingkat adopsi dan penetrasi penggunaan perangkat digital di Indonesia yang sudah sangat tinggi.
Rini menjelaskan saat ini Indonesia tercatat memiliki 288,3 juta penduduk dengan jumlah pengguna smartphone mencapai 353 juta unit atau mencakup sekitar 126,8%. Selain itu, populasi dari kalangan Generasi Z dan Milenial yang melek digital tercatat mencapai 128 juta jiwa atau sekitar 45,8%.
Namun tingkat adopsi teknologi ini tidak membuat layanan publik di Indonesia ikut bergerak cepat. Hal ini terlihat dari tingkat kepuasan pengguna terhadap kecepatan layanan baru mencapai 64%. Padahal saat ini kecepatan layanan menjadi salah satu penentu tingkat kepuasan masyarakat atau pengguna layanan.
"Namun demikian, ternyata kita bisa melihat dari data OECD, kita itu terlihat bahwa 64% pengguna layanan puas terhadap kecepatannya. Jadi kecepatan ini sekarang menjadi penentu," kata Rini dalam acara Peruri Digital Summit 2026, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).