NADIKABAR.COM — Sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah diduga terkena ranjau laut di bagian timur Selat Hormuz, menurut laporan media pemerintah Iran, pada Minggu (1/11). Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), saat upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih berlangsung.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan kapal tersebut terkena ranjau saat melintasi wilayah yang mereka sebut sebagai jalur pelayaran tidak aman. Namun, pihak Iran tidak mengungkap identitas kapal, jumlah awak, maupun kemungkinan korban dalam insiden tersebut.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak meledak setelah terkena ranjau saat melintasi jalur yang dianggap tidak diizinkan oleh Teheran. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi dan perdagangan internasional.
Insiden kapal tanker terjadi ketika prospek kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS masih belum jelas.
Delegasi Iran meninggalkan Qatar pada Minggu (1/11), setelah melakukan pembicaraan dengan para mediator Qatar. Kepergian delegasi Iran bukan disebabkan oleh kebuntuan dalam perundingan. Namun, belum ada rincian mengenai isi rancangan kesepakatan tersebut.