Ketidakpastian mengenai arah konflik juga memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan Teluk. Dalam forum keamanan Manama Dialogue di Bahrain, penasihat Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menilai posisi Washington dan Teheran masih sangat berjauhan.
Ia memperingatkan bahwa jika kedua pihak gagal menjembatani perbedaan tersebut, risiko eskalasi konflik akan semakin besar. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, juga memperingatkan bahwa eskalasi berikutnya dapat membawa dampak yang lebih besar dan merusak kawasan.
Di tengah situasi tersebut, China berupaya mendorong penyelesaian lewat jalur diplomasi. Kementerian Luar Negeri China mengatakan akan mengirim utusan khusus ke Iran, Oman, dan Arab Saudi pada awal hingga pertengahan November untuk membahas perkembangan situasi regional.
Presiden China Xi Jinping juga menyerukan agar kawasan Teluk tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar dan konflik geopolitik. China dan Oman sama-sama mendorong dimulainya kembali dialog.
Dengan meningkatnya insiden keamanan di Selat Hormuz dan belum tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran, situasi di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketidakpastian.