NADIKABAR.COM — Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada dua organisasi amal di Prancis. Mereka dituding menjadi pemasok dana kelompok Hamas selama bertahun-tahun.

Dilansir AFP, Sabtu (3/10/2026), pemerintah AS mengatakan kedua badan amal itu menjadi bagian dari jaringan yang menggalang dana untuk Hamas. AS menuding dua badan amal tersebut memasok USD 2 juta kepada Hamas.

"Penetapan sanksi ini mengungkap arsitektur pendanaan canggih yang telah berjalan selama bertahun-tahun, yang menyalurkan lebih dari USD 2 juta kepada Hamas melalui kedok organisasi amal yang menipu dan saluran mata uang kripto, sekaligus menunjukkan kemampuan organisasi tersebut untuk terus beradaptasi dalam mekanisme penggalangan dananya demi menghindari deteksi," demikian pernyataan Departemen Keuangan AS.

Mereka yang dikenai sanksi mencakup Saleem Abdallah Saleem al-Zaq, yang diidentifikasi sebagai anggota Hamas. Dia disebut mengawasi jaringan keuangan serta bekerja sama dengan kantor media kelompok tersebut.

Sanksi juga dijatuhkan kepada Faouzi Barika dan Amel Oualid, yang memiliki kaitan dengan organisasi amal berbasis di Prancis, Association Baraka dan Ensemble C Mieux. Kedua organisasi amal tersebut juga turut dimasukkan dalam daftar sanksi pemerintah AS.

"Faouzi Barika dan Amel Oualid beroperasi dari Prancis; mereka menjalankan organisasi yang berkedok amal dengan dalih menggalang dana untuk tujuan kemanusiaan guna membantu warga sipil di Gaza," ungkap Departemen Keuangan AS.

Pemerintah AS mengatakan jaringan tersebut telah menggalang dana lebih dari USD 2 juta antara tahun 2020 hingga 2026, di mana USD 1,5 juta di antaranya dikumpulkan setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Serangan mematikan tersebut memicu operasi militer dahsyat oleh Israel di Gaza, yang menyebabkan sebagian besar wilayah Palestina hancur lebur dan menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Serangan Israel tersebut memicu simpati global terhadap perjuangan Palestina di kalangan masyarakat umum, meskipun pemerintah negara-negara sekutu Israel tidak melontarkan kecaman keras secara terbuka.

Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada tahun 2023. Serangan itu menewaskan 1.221 orang menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada data resmi Israel.

Respons besar-besaran Israel telah menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur dan menewaskan lebih dari 74.000 orang. Israel telah menewaskan lebih dari 1.400 orang sejak gencatan senjata diumumkan pada bulan Oktober lalu.