Beijing sejak lama menyerukan AS agar menghentian penjualan senjata kepada Taiwan, karena dilihat sebagai provokasi perang. Sejak kunjungannya ke Beijing pada Mei lalu, Trump menahan persetujuan paket senjata baru senilai sekitar US$14 miliar. Dia menyebut paket tersebut sebagai "alat tawar-menawar".
Selama bertahun-tahun, strategi Amerika berfokus pada mempersenjatai Taiwan agar mampu menahan pasukan China cukup lama hingga Amerika Serikat dan negara-negara lain datang membantu.
Betapapun juga, Xi belum mencabut perintah agar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) membangun kapabilitas invasi hingga tahun depan, kata para pejabat AS.
Namun, militer China tahun lalu ikut terdampak kampanye antikorupsi yang digalang Xi, menurut para sumber.
Sejak berkuasa pada 2012, Xi melancarkan kampanye besar-besaran untuk memberantas korupsi dan menegakkan disiplin. Jutaan orang dalam birokrasi China telah diperiksa. Puluhan pejabat senior partai, pemerintahan, dan militer terseret dalam penyelidikan dan kemudian disingkirkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat menjadi salah satu sasaran utama kampanye antirasuah. Serangkaian penyelidikan dan pemecatan membuat hanya dua pejabat aktif yang tersisa dari Komite Pusat Militer yang sebelumnya beranggotakan tujuh orangβtermasuk Xi sendiri sebagai ketuanya.
Menurut pejabat Amerika tersebut, latihan militer China tahun lalu lebih kecil dan tidak terlalu mengancam dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
Latihan memang kembali meningkat tahun ini, tetapi pejabat itu mengisyaratkan bahwa para petinggi militer China masih tidak puas dengan tingkat kesiapan mereka.
China diyakini telah menarik pelajaran dari perang di Iran dan Ukraina, yakni perlunya bergerak cepat begitu invasi dimulai dan menghindari konflik berkepanjangan, kata pejabat tersebut.
"Masih terlalu banyak bagian yang belum benar-benar siap untuk apa yang kemungkinan merupakan operasi militer paling sulit yang pernah dilakukan suatu angkatan bersenjata sejak invasi Sekutu ke Normandia," ujar pejabat tersebut.