Ia berharap program ini tak sekadar membantu mahasiswa lulus, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang siap membangun desa masing-masing.
Guna memastikan program berjalan komprehensif, pembahasan melibatkan Inspektorat, Bapperida, BKAD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Diskominfo, Bagian Hukum Setda, hingga para koordinator camat.
Kolaborasi lintas perangkat daerah ini bertujuan menyinkronkan mekanisme bantuan, pengelolaan anggaran, seleksi penerima, hingga sistem pengawasan.
Draf Perbup tersebut mengatur tahapan bantuan secara mendetail, mulai dari kriteria calon penerima, prosedur pendaftaran, seleksi, penyaluran, hingga mekanisme monitoring.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Indramayu menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kampus lokal seperti UNWIR, POLINDRA, ITPB, dan STIKES Indramayu dipastikan menjadi bagian dari ekosistem pendukung program ini.