NADIKABAR.COM — Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.
Ada yang menulis nama lengkap dengan rapi, ada yang hanya menggunakan inisial, sementara sebagian orang justru memiliki tanda tangan yang bentuknya sudah jauh berbeda dari tulisan sehari-hari.
Menariknya, tanda tangan ternyata bukan sekadar coretan untuk membubuhkan nama di atas kertas.
Kebiasaan tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan cara manusia membuktikan identitas, kepemilikan, persetujuan, dan keabsahan sebuah dokumen.
Lantas, dari mana sebenarnya tanda tangan berasal?
Jika membayangkan sejarah tanda tangan, mungkin yang terlintas adalah seseorang pada masa lalu menulis namanya menggunakan tinta di atas lembaran perkamen.
Namun, praktik memberikan tanda sebagai bentuk pengesahan ternyata jauh lebih tua daripada tanda tangan dengan tulisan tangan seperti yang dikenal sekarang.
Di Mesopotamia, wilayah yang kini mencakup sebagian besar Irak, masyarakat telah menggunakan segel sejak ribuan tahun lalu. British Museum mencatat bahwa benda-benda tersebut digunakan untuk menyegel barang, menandai kepemilikan, menjadi saksi transaksi, hingga mengonfirmasi tanda atau identitas seseorang.
Salah satu bentuknya adalah cylinder seal atau segel silinder.
Benda kecil berbentuk silinder tersebut biasanya dibuat dari batu dan memiliki ukiran tertentu. Ketika digulirkan pada tanah liat, ukirannya menghasilkan pola atau gambar yang menjadi semacam tanda pengenal pemiliknya.
Sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, segel silinder telah digunakan di Mesopotamia dengan desain yang semakin kompleks. Beberapa di antaranya bahkan memuat nama pemiliknya.
Dengan kata lain, jauh sebelum seseorang membubuhkan tanda tangan dengan pulpen, manusia sudah memiliki cara untuk mengatakan, "Ini milik saya" atau "Ini telah disahkan oleh saya."
Penggunaan segel kemudian berkembang menjadi bagian dari sistem administrasi dan hukum.
Pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis belum dimiliki semua orang, sebuah simbol atau segel dapat menjadi penanda yang lebih praktis untuk menunjukkan otoritas seseorang.
Tradisi tersebut bertahan selama berabad-abad.
Di Eropa abad pertengahan, misalnya, tanda tangan dengan tulisan tangan belum menjadi cara utama untuk mengesahkan dokumen. Segel lilin justru memiliki peran penting dalam mengesahkan surat atau dokumen hukum. Library of Congress mencatat bahwa pada masa medieval, tanda tangan belum umum digunakan dan dokumen hukum lebih sering diberi segel lilin.
Salah satu contohnya adalah dokumen yang berkaitan dengan Raja John dari Inggris. Segelnya tidak selalu ditempel langsung pada lembar dokumen, tetapi dapat digantung menggunakan tali melalui bagian bawah dokumen.
Jadi, kalau sekarang seseorang cukup membubuhkan tanda tangan di bagian bawah surat, pada masa lalu proses pengesahannya bisa jauh lebih rumit.
Lalu kapan manusia mulai menulis namanya sendiri?