Di sinilah sejarah tanda tangan mulai mendekati bentuk yang kita kenal sekarang.

Penggunaan sign manual atau tanda yang dibuat dengan tangan sendiri mulai semakin dikenal pada akhir Abad Pertengahan. Sebuah kajian mengenai sejarah teknik identifikasi menyebut bahwa tanda tangan tulisan tangan menjadi semakin umum pada periode akhir Abad Pertengahan dan mulai digunakan di Inggris pada abad ke-14.

Salah satu contoh yang disebut dalam kajian tersebut adalah Raja Edward III yang menggunakan sign manual pada 1362.

Namun, penggunaan tanda tangan tulisan tangan tidak serta-merta menggantikan segel.

Pada abad ke-15, segel masih digunakan bersama tanda tangan dalam berbagai dokumen formal. Jadi, perubahan dari segel menuju tanda tangan bukanlah pergantian mendadak, melainkan proses yang berlangsung secara bertahap.

Manusia pada masa itu masih menggunakan berbagai cara sekaligus untuk menunjukkan bahwa sebuah dokumen benar-benar memiliki otoritas.

Tanda tangan tidak selalu harus berupa nama yang jelas

Hal menarik lainnya adalah tanda tangan tidak selalu berarti menulis nama lengkap dengan bentuk huruf yang bisa dibaca.

Library of Congress menjelaskan bahwa dalam dokumen sejarah, seseorang yang tidak bisa menulis dapat menggunakan sebuah tanda atau mark, yang sering kali berbentuk huruf X atau simbol tertentu. Tanda tersebut dapat digunakan untuk memberikan pengesahan secara hukum.

Artinya, sejak dulu fungsi utama tanda tangan bukan semata-mata menghasilkan tulisan yang indah.

Yang lebih penting adalah tanda tersebut menunjukkan persetujuan atau keterlibatan seseorang terhadap sebuah dokumen.

Karena itu pula, bentuk tanda tangan setiap orang bisa sangat berbeda.

Ada yang menulis nama dengan lengkap. Ada yang membuat tulisan yang hampir tidak bisa dibaca. Ada pula yang hanya menggunakan beberapa goresan yang sudah disepakati sebagai tanda pribadinya.

Kenapa tanda tangan akhirnya menjadi identitas pribadi?

Perlahan, tanda tangan tidak hanya berfungsi sebagai pengesahan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas seseorang.

Perubahan ini terlihat dari cara tanda tangan digunakan untuk membandingkan dokumen dan memastikan apakah sebuah dokumen benar-benar berasal dari orang tertentu.

Library of Congress menyebut bahwa tanda tangan dalam dokumen sejarah dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi seseorang. Peneliti juga dapat membandingkan tanda tangan yang muncul di berbagai dokumen untuk melihat apakah semuanya berasal dari orang yang sama.

Dari sinilah tanda tangan mulai memiliki fungsi yang lebih personal.

Seseorang bisa saja memiliki tulisan tangan yang biasa-biasa saja, tetapi tanda tangannya justru dibuat dengan bentuk khusus agar sulit ditiru.