"Semakin tebal, mengganggu aktivitas sehari-hari, mata perih sesak napas, seperti berada di atas awan, panas tebal, asap semua," ujar Hendra Basirin, warga Palembang.

Warga juga mempertanyakan efektivitas penanganan kabut asap dengan teknologi dry ice yang dilakukan pemerintah beberapa hari lalu.

"Menurutnya, penggunaan dry ice hanya bertahan 1 hari setelah itu hilang lagi, _ngabisi duit bae, dry ice bertahan cuma dua hari kabut masih ado lagi, ado lagi_," kesalnya.