Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BRIN sempat melakukan penyemaian dry ice sebanyak 1.600 kg dan garam 800 kg pada 19 Oktober lalu untuk memecah kabut asap dan memicu hujan buatan.
Namun warga berharap Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dapat lebih serius dan bertanggung jawab dalam penanganan karhutla yang sudah terjadi dua bulan dan tak kunjung teratasi.
Hingga berita ini diturunkan, BNPB menyebut penyemaian dry ice merupakan bagian dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang efektivitasnya bergantung pada kondisi awan dan kecepatan angin yang saat ini masih stagnan di 5-10 km/jam.