Pihaknya menyadari pembelajaran tatap muka memiliki peran penting, terutama bagi anak usia PAUD dan SD, karena interaksi langsung antara guru dan murid tidak seluruhnya dapat digantikan melalui pembelajaran dari rumah.

Selain itu pelaksanaan BDR menurut dia, memiliki sejumlah tantangan seperti keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, kepemilikan perangkat, kemampuan pendampingan orang tua, serta perbedaan karakteristik peserta didik.

Bagi peserta didik yang memiliki akses internet, lanjut dia, pembelajaran dilakukan secara daring. Sementara bagi yang mengalami keterbatasan jaringan atau perangkat, sekolah dapat menggunakan metode pemberian tugas atau lembar aktivitas pembelajaran yang dikerjakan di rumah, komunikasi melalui media yang tersedia, maupun metode lain sesuai kondisi setempat.

Khusus jenjang PAUD dan SD, pembelajaran dari rumah diminta dilakukan dengan pendekatan sederhana, menyenangkan, dan tidak membebani orang tua. β€œYang kita jaga bukan banyaknya tugas, tetapi keberlanjutan proses belajar anak,” ujar Toni.