Pada penerbangan internasional, tercatat sebanyak 14 penerbangan dibatalkan. Rinciannya, 12 penerbangan Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12-23 September 2026 akibat asap di Bandar Udara Supadio. Sementara itu, 2 penerbangan Singapura-Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sejumlah maskapai juga telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22-25 Oktober 2026, antara lain pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang. Penumpang pada rute tersebut diimbau segera menghubungi maskapai terkait untuk informasi penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya tiket.
Sementara insiden di luar karhutla, tercatat 26 penerbangan dalam negeri dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Kemenhub mengimbau seluruh penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak menjaga kesiapsiagaan. Langkah tersebut mencakup penerapan Low Visibility Procedures (LVP), yaitu prosedur operasi saat jarak pandang rendah, bersama AirNav Indonesia dan BMKG.
Selain itu, bandara udara diminta untuk menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang berisi informasi penting operasional penerbangan, serta peningkatan kesiagaan di sisi udara. Pelayanan penumpang juga dioptimalkan melalui penyampaian informasi penerbangan secara berkala dan penyediaan masker.