Berdasarkan video resmi TNGC terlihat asap tebal mengepul di area lahan yang terdiri dari ranting dan pepohonan. Berdasarkan pantauan udara, akibat dari kebakaran tersebut, asap mengepul hingga menutupi area hutan yang dipenuhi pepohonan. Petugas gabungan juga tampak sedang berjibaku memadamkan api.

Sementara itu, Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning yang ikut terlibat dalam pemadaman tersebut, Asep memaparkan bahwa kebakaran tersebut mulai diketahui pada Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB oleh warga sekitar yang saat itu sedang bertani di wilayah hutan.

Mendapatkan kabar tersebut, tim dari Masyarakat Peduli Api (MPA) terdekat langsung menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian untuk memutus perambatan api.

"Kejadiannya itu jam 12:00 berapa ya itu tuh, pas mendapatkan informasi itu langsung dari Darma tuh habis apel siaga sudah selesai jam setengah satu-an langsung meluncur ke sana. Ada tiga MPA itu, MPA Seda, MPA Bidang Kencono, yang dari Pasawahannya sendiri dan dari Mandirancan, pokoknya dua itu sekitar 20 orang ada," tutur Asep, Selasa (8/9/2026).

Asep memaparkan karena lahan yang terbakar cukup luas dan embusan angin kencang menjadi kendala utama di lapangan. Relawan terpaksa menggunakan cara manual karena keterbatasan akses air di area perbukitan yang didominasi bebatuan tersebut.