Penggunaan alat jet shooter pun tidak maksimal karena kapasitas air yang terbatas. Menurut Asep, satu alat jet shooter hanya mampu menampung 20 sampai 30 liter air, sementara titik api tersebar di area yang sulit dijangkau.
"Peralatan lengkap tapi jarak tempuhnya jauh. Akhirnya pakai cara manual, apinya digebukin (dipukul-pukul). Titi kebakarannya di Blok Cileutik dan Cimaung, Pasawahan," tutur Asep.
Penyebab pasti kebakaran dan luas lahan yang terbakar sendiri masih belum bisa diketahui. Hingga saat ini, sejumlah anggota MPA yang merupakan petani hutan dari warga sekitar masih bersiaga dan membantu memadamkan api di lokasi kebakaran.
"Kita belum bisa memastikan apakah karena faktor alam atau ada yang sengaja buang puntung rokok. Di daerah utara memang sering terjadi karena suhu sangat panas dan banyak ranting kering. Ya intinya mah teman-teman masih di sana. Masih memantau. Anginnya juga gede kemarin," pungkas Asep.
Artikel ini telah naik di NadiKabar.