NADIKABAR.COM — 51 ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) Council Meeting 2026 di Bali menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat arsitektur energi regional. Forum tahunan tersebut membahas penguatan ketahanan energi, transisi energi, keamanan rantai pasok, serta pertukaran teknologi antarnegara Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga keberlanjutan pasokan energi bagi generasi mendatang.

"Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).

Menurut dia, setiap negara anggota ASCOPE memiliki tantangan, peran, dan potensi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat saling melengkapi dan menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama dalam memperkuat ketahanan energi kawasan.

Simon menilai ASCOPE telah menjadi wadah penting bagi institusi energi di kawasan. Di dalamnya, para anggota bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama yang erat.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas komitmen memperkuat kolaborasi energi regional. Apresiasi itu terutama terkait upaya menghadapi dinamika global.

"Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama," tegas dia.

Semangat kolaborasi lintas batas turut dirasakan anggota baru ASCOPE, yakni Timor Leste. Perwakilan Timor Leste, Zeferino, memberikan apresiasi atas peran strategis ASCOPE dan kelancaran penyelenggaraan pertemuan di Bali oleh Pertamina.

Bagi Timor Gap, perusahaan energi nasional Timor Leste yang baru berusia 15 tahun, keanggotaan penuh di ASCOPE memberikan manfaat besar. Forum ini membuka peluang memperluas kerja sama dengan perusahaan minyak nasional negara-negara ASEAN lainnya.

Kerja sama tersebut mencakup operasional hulu dan hilir migas. Selain itu, kolaborasi juga dapat menyentuh pengembangan konten lokal, pemberdayaan UMKM, dan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.

Pengalaman Indonesia menyelenggarakan pertemuan ke-51 ini juga dinilai menjadi referensi berharga bagi Timor Leste. Negara tersebut sedang bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 2029.

Dengan berakhirnya rangkaian ASCOPE ke-51, Pertamina dan seluruh negara anggota, termasuk Timor Leste, optimistis kemitraan strategis ini akan terus berlanjut. Kemitraan itu diharapkan membawa kawasan ASEAN menuju masa depan energi yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.