Pada Rabu pagi, proses pelayanan turut dipengaruhi kondisi air laut surut di Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 05.00 WITA, sejumlah kapal mengalami kendala saat melakukan proses sandar di dermaga plengsengan sehingga proses bongkar muat sempat tertunda.Kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengaturan pola operasi kapal. ASDP terus berkoordinasi dengan regulator, operator kapal, Kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi aktual di lapangan dan menjaga kelancaran pergerakan kapal maupun kendaraan."Kondisi di lintasan terus kami pantau dari waktu ke waktu. Ketika kondisi perairan mendukung, operasional akan dimaksimalkan agar kapal dapat melakukan bongkar muat secara optimal sehingga kendaraan dari area pelabuhan maupun jalur menuju Ketapang dapat terserap lebih cepat," kata Heru.Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi cuaca Pelabuhan Ketapang pada periode 30 September hingga 2 Oktober 2026 secara umum diprakirakan berawan hingga cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,1-0,5 meter dengan kecepatan angin diprakirakan sekitar 4-8 knot.
Sementara pada Kamis besok, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4-9 knot dan kecepatan arus sekitar 0,88-4,41 knot. Lalu, pada Jumat, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4-6 knot dan kecepatan arus sekitar 0,71-4,74 knot.ASDP terus mencermati perkembangan cuaca, pasang surut, dan kondisi perairan sebagai bagian dari pengaturan operasional untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan.